Maluku-Fbinewsbanten.net


Provinsi Maluku mempunyai sumber daya alamnya seperti perikanan, sumber daya energi dan mineral, juga parawisatanya. Namun potensi sumber daya alam yang terbesar dari provinsi Maluku ini adalah sumber daya kelautan dengan karakteristik kepulauan yang memiliki luas wilayah 712.479,65 kilometer dan luas lautan yang jauh lebih besar, yakni 92,4 persen dibandingkan dengan daratannya, yang luasnya hanya 7,6 persen. Dengan total panjang garis pantai 10.630 kilometer dan 1.340 pulau, potensi perikanan bisa  dimanfaatkan semua.  Dalam hal ini komoditi ungulan di sektor perikanan adalah penangkapan ikan serta budi daya laut. 


Oleh karena itu Masyarakat Maritim Maluku yang terdiri dari Dr. Jimmy Pattinaja, Max Lawalata, Dipl.Th dan Dr. Augy Syahailatua bersiratuhrami kekediaman mantan Menteri Perikanan serta pemerhati kelautan juga pengusaha perikanan Susi Pudjiastuti di bilangan Halim, Jakarta Timur, Senin pagi (8/11/2021). 


Dalam perbincangannya Susi Pudjiastuti mengatakan Maluku adalah daerah kaya tetapi banyak masyarakatnya tidak dapat menikmati hasil sumber daya laut di sektor perikanan karena ketidakberdayaan mereka terhadap penangkapan ikan di laut yang dikuasai oleh kapal-kapal besar asing maupun kapal besar Indonesia yang dikuasai oleh pengusaha besar. Oleh karena itu permasalahan tersebut harus diperbaiki dan dilihat akar permasalahannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat terutama di pesisir pantai yaitu nelayan. 




Terlebih lagi hasil tangkapan ikan di laut Maluku langsung dibawa ke Jakarta dan luar negeri seperti negara Cina,  Taiwan Vietnam, Thailand dan sebagainya tanpa dibawa ke pelabuhan Maluku agar bisa membantu Pemda Maluku untuk memperoleh pajak daerah. 


Susi Pudjiastuti pun melanjutkan untuk pengembangbiakkan dan budidaya ikan jangan membuat keramba-keramba karena bisa merusak ekosistem di mana bisa merusak pertumbuhan dan kualitas  ikan. Ikan-ikan tersebut seharusnya besar dan bertumbub di alam laut bebas. Dan perairan Maluku merupakan keramba alami yang luar biasa di mana ikan-ikan terbaik ada di situ terutama ikan tuna. 


Jimmy Pattinaja salah satu deklarator Masyarakat Maritim Maluku (Mamaku) berkata, "Daerah Maluku dari darat maupun lautnya banyak mempunyai sumberdaya alam selain perikanan maupun pariwisata laut , di mana banyak sumber pertambangan juga ada di laut Maluku, oleh karena itu kami bertemu Bu Susi dalam rangka silahtuhrami, juga memberi masukan kepada kami bagaimana mengelola  sumber-sumber yang ada di Maluku terutama di bidang kelautan dan perikanan yang nantinya akan menjadi salah satu program rencana kerja Mamaku kedepan." 


Selanjutnya Augy Syahailatua juga menambahkan bahwa Ibu Susi mengingatkan tentang kedaulatan provinsi di mana Indonesia yang mempunyai 34 provinsi semestinya setiap provinsi berdaulat tetapi tetap dalam bingkai NKRI. 


"Berdaulat itu artinya kita bebas berkreasi untuk membangun Maluku. Intinya bagaimana kita membicarakan regulasi dengan baik kalau kita tidak berdaulat," tukas Susi Pudjiastuti. 




Max Lawalata memaparkan bahwa penduduk Maluku yang berjumlah 1,8 juta jiwa ini termasuk penduduk miskin urutan ke 4 di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan nilai persentase dari keseluruhan penduduknya. Oleh karena itu Max Lawalata mengusulkan menawarkan investasi kepada Ibu Susi untuk ikut berpartisipasi membangun Maluku terutama di bidang pendidikan ketrampilan perikanan dan kelautan. 


Max Lawalata melanjutkan untuk pendidikan ketrampilan seperti sekolah pelayaran, masih banyak dibutuhkan mengingat banyaknya kapal baik kapal pelayaran maupun kapal penangkapan ikan masih membutuhkan nahkoda maupun anak buah kapal (ABK) khususnya kapal-kapal di Maluku itu sendiri dan ini juga menambah lapangan kerja bagi masyarakat Maluku terutama di pesisir pantai atau di kepulauan. 


Jadi di dalam pertemuan ini terdapat dua usulan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk Maluku. Yaitu:


1. Mengusulkan pendirian sekolah kejuruan untuk perikanan dan perkapalan yang berguna membentuk SDM yang berkualitas yang siap pakai sebagai ABK (Anak Buah Kapal - red) di kapal-kapal khususnya kapal-kapal di Maluku. Dalam hal ini Bu Susi memberikan lampu kuning karena menurutnya kalau regulasinya tidak diubah, otomatis kapal-kapal besar di perusahaan besar yang akan mengambil para ABK lulusan sekolah tersebut.


2. Usulan untuk membuat keramba dalam hal ini Bu Susi memberikan lampu merah karena habitat ikan di Maluku hendaknya berkembangbiak secara alami karena Maluku dilihat dari geografis yang memiliki struktur keramba alami yang akan membuat ikan-ikan tersebut dapat berkembang biak secara baik dan secara alami. Dan struktur kepulauan dan perairan di Maluku sendiri sudah mendukung untuk tempat perkembangbiakan ikan itu. (Bond)-