EKSPLORASI BUDAYA CINA BENTENG: MENGAPA KEBANYAKAN ORANG CINA BENTENG TIDAK BISA BAHASA MANDARIN



Tangerang – fbinewsbanten.net


Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan tentang “Istilah Cina Benteng Berasal” (baca di https://www.fbinewsbanten.net/2022/01/eksplorasi-budaya-cina-benteng-istilah.html). Melanjutkan penuturan dari Koh Achong Lim, seorang pengamat dan pegiat budaya etnis Tionghoa Tangerang sekaligus rohaniawan dari perkumpulan Hikmah Buddhi, kami pun kembali mendapatkan fakta menarik, mengapa orang Cina Benteng tidak bisa berbahasa Mandarin.


“Kenapa orang Benteng itu banyak yang tidak bisa Bahasa Cina?” Koh Achong membuka ceritanya.


“Ada beberapa fakor, pertama… ingat waktu kita sekolah kita diajarkan tentang Bahasa Ibu. Apa yang dimaksud Bahasa Ibu? Bahasa yang diturunkan oleh seorang ibu kepada anaknya. Lah ibu kita kan ‘bibi’ (penduduk lokal – Red). Lah, bapaknya masak ngga ngajarin? Bapaknya mah sibuk kerja cari duit.” Jelas Koh Achong sambal tertawa.


“Selama bapaknya kerja cari duit, anaknya ditinggal sama perempuan (istrinya – Red). Perempuan nimang anak, masak, jaga anak, pasti ngomongnya pakai bahasa dia. Masak pakai bahasa Mandarin? Sedangkan dia bibi-bibi. Makanya orang Benteng sue (kurang beruntung/sial – Red) tidak bisa bahasa Mandarin, kecuali ada Bahasa Bapak. Itu logikanya. Itulah data yang saya dapat.” Tukasnya.



“Yang kedua adalah sekolah-sekolah Cina juga diberangus (di era pertengahan 1950-an sekolah partikelir asing mulai tergerus oleh pemerintah RI karena dianggap warisan kolonial Belanda – Red) di zaman Orde Baru” pungkasnya.


Demikianlah eksplorasi kami mengenai Cina Benteng bersama Koh Achong Lim. Namun masih banyak eksplorasi lainnya yang akan kami sajikan kepada pembaca setia fbinewsbanten.net yang dapat menambah wawasan kita semua. 


Ditulis : Andreas Budi

Admin : Teddy

Terkini