BEDAH BUKU MATA AIR INDONESIA MAJU SEBAGAI BACAAN YANG BERISI TITIPAN GAGASAN INOVATIF BAGI PARA CALON PEMIMPIN BANGSA



Balaraja - fbinewsbanten.net


Indonesia dikenal dengan masyarakatnya yang majemuk sudah sejak dari zaman dahulu. Oleh sebab tidak salah jika pendiri bangsa ini menjadikan Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan bangsa Indonesia. Oleh karena itu Rumah Politik Kesejahteraan (RPK) mengadakan acara diskusi bedah buku Mata Air Indonesia Maju, sebagai "Titipan Gagasan Kepada Cak Imin (Gus Muhaimin) ", yang mengambil tema "Kebhinekaan dan Keadilan Sosial Sebagai Jaminan Masa Depan Indonesia Maju" (Rabu, 06/07/2022).


Bedah buku ini diadakan di Warung Sunda, Cikupa, Kabupaten Tanggerang. Dalam acara ini dibuka oleh Kang Syaiful Huda sebagai penggagas RPK yang menjelaskan bagaimana buku Mata Air Indonesia Maju ini menjadi suatu gagasan pemikiran yang akan diberikan kepada Cak Imin sebagai tokoh calon pemimpin bangsa yang mengusung keberagaman di Indonesia ini.


Acara ini turut dihadiri oleh narasumber sekaligus kontributor dalam Buku Mata Air Indonesia Maju antara lain:

1. Binny Bukhori, Penulis Buku  Pegiat Masyarakat Sipil&Demokrasi

2. Amirudin Al-Rahab, Penulis Buku, Pegiat Isu HAM dan Kebhinekaan

4. Sintia Aulia Rahmah, Aktifis Perempuan. 


Adapun buku ini isinya adalah menghimpun harapan ke depan agar bangsa ini berjalan lebih baik. Salah satunya adalah membuat prosedur bagaimana pemerintahan yang terpilih nanti dapat memfasilitasi menuju keadilan sosial masyarakatnya. Juga kepada masyarakat agar sadar terhadap pilihannya, dengan kata lain buku ini isinya adalah bagaimana membangun harapan kedepan itu dan ukuran-ukuran apa saja yang bisa dipakai sehingga kita mengenali 5 (lima) tahun ke depan bagaimana cara pikir bangsa Indonesia untuk memilih pemimpin bangsa dan menjadi pemimpin bangsa. 


Akhir kata kiranya buku ini kiranya dapat menjadi Mata Air Indonesia, bukannya menjadi Air Mata menuju Indonesia Maju, karena memang menuju Indonesia Maju ini bukan hanya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, tetapi juga menjadi pekerjaan rumah bagi masyarakatnya. Buku ini sangat baik bagi para calon-calon pemimpin bangsa karena banyak mengangkat fenomena keadaan sosial Indonesia masa kini, beserta komparasi-komparasi dengan negara lain. Selain itu buku ini membahas tentang budaya masyarakat milenial yang mana sangat penting untuk membangun bangsa ini di era milenial.  (Budi)

Terkini